Ia mencontohkan investor dengan profil konservatif, cenderung berpindah antara Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dan Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) atau mengikuti perkembangan imbal hasil obligasi dan suku bunga.

Sementara itu, investor dengan dana besar turut mengalihkan sebagian portofolionya dari aset berdenominasi rupiah ke reksa dana berbasis dolar Amerika Serikat (AS) ketika tekanan terhadap Rupiah meningkat pada April sampai Juni 2026

"Investor itu pengen melihat, saya pengen investasi di produk yang return-nya bagus, risikonya terjaga dan nggak ribet," ujar Stefano.

Stefano menilai peluang pertumbuhan industri masih besar karena peningkatan jumlah investor belum diikuti pendalaman AUM.

Ia melaporkan jumlah investor reksa dana meningkat dari sekitar 19 juta SID pada awal tahun menjadi hampir 30 juta SID hingga Agustus 2026, namun pertumbuhan tersebut belum mendorong kenaikan AUM secara sebanding.