"Taksiran kerugian kebakaran mencapai Rp 1,2 miliar," imbuhnya.

Dia mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga mengenai kebakaran yang sudah membesar pada pukul 20.31 WIB melalui saluran telepon darurat.

Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran beserta 128 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sekitar 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha di atas lahan seluas 1.205 meter persegi itu.

Kemudian, pada pukul 21.20 WIB, api dapat dilokalisir oleh personel dan langsung dilakukan pendinginan pada pukul 21.33 WIB. Lalu, pada pukul 24.00 WIB, seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai.

"Untuk penyebab kebakaran sendiri diduga dari korsleting listrik di salah satu rumah," ungkap Asril.

Warga terdampak kebakaran ini mengungsi di lokasi yang telah disiapkan pemerintah setempat. Tampak tenda pengungsian dipasang di Jalan Masjid Al Huda, RT 05 RW 01, Kebayoran Lama Utara.

Lokasi pengungsian ini dilengkapi dengan toilet sementara. Ada juga posko Dinas Dukcapil DKI yang disiapkan di lokasi untuk melayani korban mengurus dokumen kependudukan yang hilang akibat kebakaran.

Salah seorang warga, Warinah, mengatakan api mulai membakar bangunan di sekitar tempat tinggalnya pada Selasa (22/9) malam. Saat itu, dia sedang beristirahat di dalam rumah dan mendengar teriakan 'ada api' dari luar.

"Saya habis Magrib tiduran. Tiduran nunggu Isya. Pas Isya, ini anak berdua nih, ini anak ini ini anak saya, ini cucu, tidur. Lah, saya di bawahnya ada dipan kecil. Terus pas lagi tidur, dari luar jalan tuh, saya pas pinggir jalan sih, pojok lampu merah. 'Ada api, ada api, ada api', gitu," ujar Warinah di lokasi pengungsian, Rabu (23/9).