Dia kemudian keluar dari rumah setelah mendengar teriakan itu. Setelah keluar, dia melihat kobaran api sudah membesar tepat di atas tempat tinggalnya.

"Jadi saya terus nggak bisa bawa apa-apa, ya. Keluar langsung. Pas keluar, lho kok di atas, api gede banget. Ya di atas persis kontrakan saya, ya. Di atas itu udah gede banget," ujarnya.

Warinah menjelaskan tidak sempat membawa barang apa pun. Dia menyebut yang terpenting ialah menyelamatkan diri dan keluarga.

"Itu bikin rumah tiga baris kan, tiga baris. Ya sudah, habis semua itu. Ya, jadi saya nggak bisa ngapa-ngapain. Orang saya inginnya selamat aja dulu. Sampai KTP itu tadi KK semua ini minta di sini," ujarnya.

Kini Warinah menunggu bantuan untuk dirinya dan keluarga. Dia berharap rumah yang terbakar bisa diperbaiki.

"Nanti kalau dibangun lagi semua kita tinggal lagi di situ. Kalau disaranin gimana, ya kita ikutin aja. Nanti iya, Mas. Kan kalau di sini nanti bisanya yang penting KTP-nya jadi, kartu keluarga juga jadi. Ya, saya mau ikut anak ini yang bisa, mau ngontrakin apa mau di kampung," katanya.

Camat Kebayoran Lama, Mustopa, mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan dan mendata korban. Dia menyebut penanganan dokumen kependudukan dan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama.

"Sementara ini bantuan-bantuan kita data. Kita data dulu legalitas kependudukan mereka. Kita bantu, kalau ada yang kebakar dari Dukcapil, surat-suratnya kita akan diganti," ujar Mustopa.