NADIKABAR.COM — Kebakaran terjadi di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Peristiwa kebakaran yang melanda bangunan-bangunan itu begitu mencekam.

Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga bersumber dari rumah makan warteg hingga menjalar ke bangunan lain.

"Menurut informasi dari Bapak Jimmy, api berawal dari warteg dan menjalar ke bengkel ban," kata Kasiops Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Sjukri Bahanan dalam keterangannya, Selasa (22/9).

Warga sempat berupaya memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR), namun gagal. Warga pun melaporkan hal itu kepada petugas damkar. Diduga kebakaran dipicu masalah korsleting listrik.

"Dugaan penyebab korsleting listrik. Luas area terbakar 1.100 meter persegi," ujarnya.

Sebanyak 60 kepala keluarga atau 180 jiwa terdampak kebakaran. Saat ini proses pemadaman masih berlangsung melibatkan 24 unit mobil dan 128 personel pemadam kebakaran.

"Api dilokalisir 21.20 WIB. Awal pendinginan 21.33 WIB," tuturnya.

Sebanyak 150 jiwa terdampak dari kebakaran 18 rumah dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05 RW 01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama. Kerugian akibat insiden itu ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, 150 jiwa harus kehilangan tempat tinggal," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal dalam keterangannya Rabu (23/9/2026).

"Taksiran kerugian kebakaran mencapai Rp 1,2 miliar," imbuhnya.

Dia mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga mengenai kebakaran yang sudah membesar pada pukul 20.31 WIB melalui saluran telepon darurat.

Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran beserta 128 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sekitar 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha di atas lahan seluas 1.205 meter persegi itu.

Kemudian, pada pukul 21.20 WIB, api dapat dilokalisir oleh personel dan langsung dilakukan pendinginan pada pukul 21.33 WIB. Lalu, pada pukul 24.00 WIB, seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai.

"Untuk penyebab kebakaran sendiri diduga dari korsleting listrik di salah satu rumah," ungkap Asril.

Warga terdampak kebakaran ini mengungsi di lokasi yang telah disiapkan pemerintah setempat. Tampak tenda pengungsian dipasang di Jalan Masjid Al Huda, RT 05 RW 01, Kebayoran Lama Utara.

Lokasi pengungsian ini dilengkapi dengan toilet sementara. Ada juga posko Dinas Dukcapil DKI yang disiapkan di lokasi untuk melayani korban mengurus dokumen kependudukan yang hilang akibat kebakaran.

Salah seorang warga, Warinah, mengatakan api mulai membakar bangunan di sekitar tempat tinggalnya pada Selasa (22/9) malam. Saat itu, dia sedang beristirahat di dalam rumah dan mendengar teriakan 'ada api' dari luar.

"Saya habis Magrib tiduran. Tiduran nunggu Isya. Pas Isya, ini anak berdua nih, ini anak ini ini anak saya, ini cucu, tidur. Lah, saya di bawahnya ada dipan kecil. Terus pas lagi tidur, dari luar jalan tuh, saya pas pinggir jalan sih, pojok lampu merah. 'Ada api, ada api, ada api', gitu," ujar Warinah di lokasi pengungsian, Rabu (23/9).

Dia kemudian keluar dari rumah setelah mendengar teriakan itu. Setelah keluar, dia melihat kobaran api sudah membesar tepat di atas tempat tinggalnya.

"Jadi saya terus nggak bisa bawa apa-apa, ya. Keluar langsung. Pas keluar, lho kok di atas, api gede banget. Ya di atas persis kontrakan saya, ya. Di atas itu udah gede banget," ujarnya.

Warinah menjelaskan tidak sempat membawa barang apa pun. Dia menyebut yang terpenting ialah menyelamatkan diri dan keluarga.

"Itu bikin rumah tiga baris kan, tiga baris. Ya sudah, habis semua itu. Ya, jadi saya nggak bisa ngapa-ngapain. Orang saya inginnya selamat aja dulu. Sampai KTP itu tadi KK semua ini minta di sini," ujarnya.

Kini Warinah menunggu bantuan untuk dirinya dan keluarga. Dia berharap rumah yang terbakar bisa diperbaiki.

"Nanti kalau dibangun lagi semua kita tinggal lagi di situ. Kalau disaranin gimana, ya kita ikutin aja. Nanti iya, Mas. Kan kalau di sini nanti bisanya yang penting KTP-nya jadi, kartu keluarga juga jadi. Ya, saya mau ikut anak ini yang bisa, mau ngontrakin apa mau di kampung," katanya.

Camat Kebayoran Lama, Mustopa, mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan dan mendata korban. Dia menyebut penanganan dokumen kependudukan dan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama.

"Sementara ini bantuan-bantuan kita data. Kita data dulu legalitas kependudukan mereka. Kita bantu, kalau ada yang kebakar dari Dukcapil, surat-suratnya kita akan diganti," ujar Mustopa.