NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memutuskan untuk melarang seluruh aparatur sipil negara (ASN) menggunakan aplikasi navigasi buatan Israel, Waze, untuk melindungi informasi pemerintah dan data pribadi pengguna dari ancaman penyalahgunaan oleh rezim Israel.

Kantor Perdana Menteri (PMO) Malaysia dalam keterangan yang dikutip di Kuala Lumpur pada Rabu menyampaikan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan bahwa Waze Mobile Ltd. didirikan dan beroperasi berdasarkan undang-undang atau ketentuan Israel.

Menurut keterangan itu, informasi sensitif pemerintah dan data pribadi masyarakat harus dilindungi agar tidak dimanfaatkan oleh Israel hingga mengancam keamanan dan kedaulatan negara.

Pada saat yang sama, Anwar Ibrahim disebut menyarankan seluruh masyarakat luas di Malaysia untuk turut berhenti menggunakan aplikasi Waze dan beralih ke aplikasi alternatif lokal, seperti TuJu, dengan mempertimbangkan jaminan keamanan serta perlindungan data pribadi yang ditawarkan.

“Sikap Pemerintah MADANI tegas, dan kami akan menutup segala celah yang dapat dimanfaatkan oleh rezim Israel untuk mengancam keamanan negara dan masyarakat,” demikian keterangan PMO.