NADIKABAR.COM — Penutupan sekolah di Malaysia karena memburuknya kualitas udara akibat kabut asap parah telah diperluas ke beberapa negara bagian, serta ibu kota Kuala Lumpur dan pusat pemerintahan Putrajaya, pada Jumat (9/10).
Sekolah-sekolah di wilayah dengan angka indeks polutan udara (API) di atas 180 akan ditutup mulai Jumat, sementara sekolah-sekolah di wilayah yang mencatat angka API di atas 150 selama tiga hari berturut-turut akan ditutup mulai Senin (12/10) mendatang, menurut pernyataan Kementerian Pendidikan Malaysia pada Kamis (8/10) malam.
Berdasarkan peringkat kualitas udara negara tersebut, angka API 0 hingga 50 mengindikasikan kualitas udara "baik", sementara 51 hingga 100 "sedang", 101 hingga 200 "tidak sehat", 201 hingga 300 "sangat tidak sehat", dan 301 ke atas "berbahaya". Data dari Sistem Pengelolaan Indeks Polutan Udara negara tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah di Semenanjung Malaysia mencatat angka API dalam kategori tidak sehat per pukul 13.00, dengan negara bagian Selangor, Johor, dan Negeri Sembilan di pesisir barat sebagai wilayah yang paling terdampak.