NADIKABAR.COM — Pemerintah Malaysia mulai memulangkan sekitar 1.500 warga negara Myanmar. Kelompok ini merupakan gelombang pertama dari 5.000 warga Myanmar yang menurut pemerintah Malaysia telah menyetujui repatriasi "sukarela" dari pusat-pusat penahanan, di tengah meningkatnya sentimen anti-migran di Malaysia.
Dilansir AFP, Selasa (29/9/2026), PBB dan organisasi advokasi menyatakan kekhawatiran lantaran para pengungsi tersebut bisa menghadapi situasi berbahaya saat kembali ke Myanmar, negara yang telah dilanda perang sejak tahun 2021.
Baik Malaysia maupun Myanmar belum memberikan klarifikasi resmi mengenai jumlah warga Rohingya dalam kelompok pertama ini. Muncul kekhawatiran bahwa mereka mungkin dipulangkan ke negara tempat mereka menghadapi persekusi yang menurut kelompok hak asasi manusia setara dengan genosida.
Dalam laporan AFP, pada Selasa sore, terlihat tiga kapal milik Angkatan Laut Myanmar bertolak dari pangkalan angkatan laut Lumut, Malaysia, sekitar pukul 17.00 waktu setempat (09.00 GMT).