"Masalah yang telah berlangsung lama ini telah membebani keuangan negara secara signifikan, memicu krisis sosial yang serius, dan menciptakan ancaman keamanan nyata bagi rakyat Malaysia," sebut pernyataan tersebut.
Namun, di Jenewa, juru bicara badan pengungsi PBB Matthew Saltmarsh mengaku prihatin mengenai rencana pemulangan pengungsi ke Myanmar. Mereka dikhawatirkan akan mengalami ancaman terhadap nyawa.
"Kami prihatin dengan laporan mengenai rencana pemulangan sekitar 1.500 individu asal Myanmar ke negara tersebut dalam waktu dekat." "Berdasarkan hukum internasional, tidak seorang pun boleh dikirim ke negara tempat mereka mungkin menghadapi persekusi, penyiksaan, bahaya serius, atau ancaman lain terhadap nyawa, kebebasan, dan keamanan," ujarnya.