NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Senin memimpin rapat untuk membahas penyempurnaan rencana aksi nasional hingga anggaran guna mengatasi kabut asap yang melanda Negeri Jiran.

"Sore tadi saya memimpin Rapat Majlis Pengurusan Bencana Negara yang membahas secara terperinci situasi jerebu (kabut asap) saat ini yang masih mengkhawatirkan, serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah," kata Anwar Ibrahim dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin.

Anwar menyampaikan bahwa rapat mendengarkan usulan penyempurnaan Rencana Aksi Kabut Asap Nasional, khususnya terkait arahan penutupan sekolah serta persiapan awal Kementerian Pendidikan untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar dapat terus berlangsung jika sekolah terpaksa ditutup selama beberapa hari.

"Saya tegaskan bahwa kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama, dengan langkah-langkah yang terstruktur untuk memastikan pendidikan mereka tidak terganggu," kata Anwar.

Menurut Anwar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA), Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, dan Departemen Meteorologi Malaysia akan mematangkan usulan tersebut bersama Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan.

"Saya juga menegaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk operasi penyemaian awan hujan buatan akan dipenuhi guna mengurangi kabut asap," jelas Anwar Ibrahim menambahkan operasi penyemaian awan dijalankan hampir setiap hari bergantung pada kondisi awan yang memadai.

Rapat juga membahas mengenai kesiapan Malaysia menghadapi Musim Hujan Timur Laut yang diperkirakan membawa hujan lebat dan risiko banjir, serta ancaman Super El Nino yang diprediksi membawa cuaca panas dan kering ekstrem tahun depan.

"Kesiapsiagaan instansi garis depan harus terus ditingkatkan. NADMA perlu diperkuat sebagai pusat koordinasi kebijakan dan operasi lintas instansi, khususnya melalui Pusat Pengendalian Operasi Bencana Pusat, agar langkah pencegahan, persiapan, tanggap darurat, dan pemulihan dapat dilaksanakan secara cepat dan efektif," kata dia.

Anwar menjelaskan pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian, sektor swasta, relawan, serta masyarakat harus bergerak bersama memperkuat kesiapsiagaan bencana.

"Nyawa warga harus dilindungi dan bantuan harus segera sampai kepada mereka yang membutuhkan. Inilah amanah yang harus kita emban bersama," kata Anwar Ibrahim.