"Informasi itu langsung kami tindak lanjuti melalui koordinasi dengan petugas pengamanan KAI hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap terduga pelaku," ujarnya.

Polisi menyita dua unit telepon genggam dan uang tunai Rp 900 ribu dalam penangkapan itu. Uang tersebut diduga berasal dari hasil menggadaikan laptop korban.

"Kami masih menelusuri keberadaan laptop korban, termasuk pihak yang menerima barang hasil penggadaian. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan para saksi terus dilakukan untuk memperjelas rangkaian kejadian serta melengkapi alat bukti," imbuhnya.

Sebelumnya, seorang anak kereta (anker) ketinggalan laptop miliknya dalam sebuah gerbong KRL di Stasiun Bekasi. Laptop itu hilang setelah diduga dicuri penumpang lain.