Ketua Tim 2 Ekspedisi Patriot UNHAS Prof Makkarennu, PhD, menjelaskan program ini lahir dari prinsip 'satu pohon banyak manfaat', yaitu mengolah bagian pala yang selama ini terbuang, terutama daging buahnya, menjadi produk yang bisa dijual.

"Masyarakat di sana memiliki potensi yang jauh lebih besar daripada hanya sekadar menjual biji pala," ujar Prof Makkarennu.

Tim 2 Ekspedisi Patriot UNHAS melatih warga membuat sirup dan teh rempah dari daging buah pala secara bertahap, mulai dari kelembagaan, pelatihan produk, pengendalian mutu, hingga pengemasan dan strategi usaha.

Pelatihan sirup pala didahulukan karena bahan dan caranya lebih mudah dipahami warga, baru kemudian teh rempah. Pelatihan ini diikuti sekitar 20 mama-mama dari dua kampung, Weri dan Saharey, didampingi LSM Wewo Lestari yang sudah berpengalaman mendampingi warga mengolah pala di tempat lain.

Peserta pelatihan terbilang antusias. Mereka bahkan mulai menyiapkan bahan baku secara mandiri dan berencana membuat produk sendiri di kampung masing-masing begitu musim panen pala tiba pada pertengahan Oktober ini.

Setiap kampung bahkan sudah punya nama merek sendiri untuk produk sirup dan tehnya. Langkah Tim UNHAS ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong hasil pertanian rakyat diolah menjadi produk bernilai tambah, bukan sekadar dijual mentah.