Sementara itu, Melenchon diperkirakan meraih 18%, sehingga peluangnya untuk lolos ke putaran kedua jauh lebih besar. Survei tersebut dilakukan sebelum Glucksmann memenangkan pemilihan pendahuluan. Karena itu, hasilnya belum memperhitungkan kemungkinan peningkatan dukungan setelah ia ditetapkan sebagai kandidat.

Partai Sosialis Prancis mengandalkan seorang pria yang bahkan bukan anggota partai untuk membawa mereka keluar dari ketidakrelevanan politik. Raphal Glucksmann merupakan anggota partai kecil berhaluan kiri-tengah bernama Place Publique. Dalam pemilihan presiden terakhir pada 2022, kandidat Partai Sosialis Anne Hidalgo hanya memperoleh 1,75% suara nasional.

Glucksmann menghadapi tugas berat untuk meraih dukungan, terutama dari kaum muda Prancis. Dalam survei Ipsos pada September, yang menempatkan Glucksmann sebagai kandidat sosial demokrat dan Edouard Philippe sebagai satu-satunya kandidat dari kubu tengah, Melenchon memperoleh dukungan 41% di kalangan pemilih berusia di bawah 25 tahun. Sementara itu, 20% kelompok usia ini mendukung Marine Le Pen, tokoh nasionalis sayap kanan jauh. Pemilih muda Prancis memang terbelah secara politik, tetapi Melenchon masih mendominasi kubu kiri.

Politikus berusia 75 tahun itu saat ini aktif berkampanye bersama para mahasiswa yang aksi protesnya telah menarik perhatian internasional. Dalam sebuah rapat umum di dekat Clermont-Ferrand, Prancis tengah, pada Minggu, ia menyatakan solidaritas terhadap gerakan mahasiswa tersebut. Ia juga kembali menyerukan agar usia minimum pemilih diturunkan menjadi 16 tahun dan Parcoursup, sistem nasional penerimaan mahasiswa perguruan tinggi di Prancis, dihapuskan.

Dalam analisis yang diterbitkan Fondation Jean-Jaurs, lembaga pemikir yang dekat dengan Partai Sosialis, ilmuwan politik Antoine Bristielle membedakan antara kelompok inti pemilih LFI yang loyal dan kelompok kiri yang lebih luas. Menurutnya, pendukung Melenchon yang paling setia umumnya merupakan anak muda berpendidikan yang tinggal di perkotaan. Banyak di antara mereka juga menghadapi tekanan finansial yang berat. Empat dari sepuluh orang dalam kelompok ini tinggal di rumah tangga dengan pendapatan bersih bulanan kurang dari 2.000 euro.

Bristielle memperkirakan bahwa sedikit di bawah sepertiga pemilih sayap kiri dalam penelitiannya lebih mementingkan kemenangan kubu kiri daripada kesetiaan kepada partai tertentu. Hampir separuh kelompok ini berusia di bawah 35 tahun. Mereka mempertimbangkan untuk memilih Partai Sosialis, Partai Hijau, atau LFI. Kebijakan redistribusi kekayaan dan peran aktif pemerintah merupakan hal penting bagi mereka. Namun, sebagian besar lebih memilih politisi yang bersedia berkompromi.