NADIKABAR.COM β Manajemen Kapal Virgo Transport 8 yakni PT Virgo Karya Shipping mengupayakan evakuasi korban sebelum operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal ke permukaan.
βKami mengutamakan sisi kemanusiaan terlebih dahulu sehingga diupayakan jenazah bisa ditemukan sebelum salvage dilakukan,β kata Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Rihi di Banjarmasin, Selasa.
Saat audiensi dengan para keluarga korban di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Simson mengungkapkan tahapan pemetaan kondisi kapal yang terbalik di bawah laut Jawa masih dilakukan oleh tim penyelam dibantu pengawasan dari Basarnas.
Dia menyebut proses pemetaan awal tersebut telah berjalan selama lima hari terakhir.
Berikutnya dilakukan oil recovery atau pemulihan minyak dari kapal yakni dengan menguras minyak dan limbah bahan bakar dari kapal yang tenggelam agar tidak mencemari laut.
βDari tahapan ini kita upayakan SAR salvage dengan mencari sisa korban yang mungkin masih terjebak di dalam kapal,β jelasnya.
Setelah semuanya telah clear dan dipastikan tidak ada lagi jenazah maka selanjutnya baru akan dilakukan operasi salvage secara penuh oleh perusahaan yang ditunjuk pihak asuransi.
βOperasi salvage ini jika lancar prosesnya bisa sampai 30 hari tergantung kondisi arus perairan dan cuaca,β tambahnya.
Diketahui operasi salvage menjadi harapan terakhir dari para keluarga untuk bisa menemukan sisa korban yang diperkirakan terjebak di dalam kapal.
Hingga kini masih ada 53 korban Kapal Virgo yang belum ditemukan sejak kapal tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026 lalu.
Sementara 190 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia dari total 243 penumpang dan awak Kapal Virgo yang berlayar dari Surabaya tujuan Banjarmasin.