"Ketika beban latihannya sudah tinggi, berarti saatnya atlet mendapatkan recovery yang bagus. Pemberian nutrisinya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. Salah satu manfaatnya adalah menghindari atlet mengalami overuse atau overtraining yang bisa berakibat cedera, terutama pada usia muda," ujarnya.
Selain latihan fisik dan teknik, Eskar menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi serta pembentukan mental atlet sejak usia dini. Menurut dia, kebutuhan gizi atlet harus disesuaikan dengan aktivitas dan periode pertandingan, baik sebelum maupun setelah bertanding.
Pemenuhan nutrisi yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi atlet setelah menjalani latihan maupun pertandingan. Ia juga mengingatkan bahwa pemenuhan gizi tidak selalu harus menggunakan makanan mahal, melainkan lebih mengutamakan komposisi nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Di sisi lain, aspek psikologi olahraga (sport psychology) juga menjadi bagian dari penerapan sport science. Aspek tersebut diperlukan untuk membantu atlet mengelola kecemasan, menjaga fokus, konsentrasi, serta membangun mentalitas tangguh ketika menghadapi tekanan pertandingan.
"Latihan mental itu sama pentingnya dengan latihan fisik dan teknik. Jangan sampai ketika atlet kalah, kemudian hanya dikatakan mentalnya jelek. Pertanyaannya, apakah mentalnya sudah dilatih dan bagaimana menjaga fokus serta konsentrasinya?" ujarnya.