Ia menambahkan pembentukan mental atlet membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Misalnya, dalam nomor ganda, komunikasi dan kekompakan antar pasangan juga perlu dilatih secara berkelanjutan.

Untuk mendorong pembinaan berbasis ilmu pengetahuan, PBSI telah menggelar Webinar Nasional Bulu Tangkis secara rutin setiap bulan. Program yang telah memasuki seri ketujuh tersebut menjadi sarana berbagi pengetahuan mengenai berbagai aspek pembinaan dan kepelatihan kepada pelatih di seluruh Indonesia.

Eskar berharap kegiatan edukasi tersebut dapat meningkatkan kapasitas pelatih sehingga penerapan "sport science" tidak hanya berkembang di Pelatnas, tetapi juga diterapkan klub-klub di daerah.

Ia menyebut PBSI juga mendapatkan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal 2026 berupa peralatan sport science modern untuk menunjang program latihan atlet di Pelatnas.

"Peralatan tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas persiapan atlet Indonesia menghadapi persaingan internasional," ujarnya.