Studi tersebut mengungkapkan bahwa meskipun abu sendiri mengandung nutrisi seperti zat besi dan magnesium, abu tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai pupuk mineral. Sebaliknya, abu merangsang bakteri dan jamur yang bermanfaat.
Kandungan dalam abu juga berhasil menekan cacing parasit berbahaya yang dikenal sebagainematoda. Menurut para ilmuwan, penataan ulang biologis ini membantu tanaman menyerap lebih banyak nitrogen dan nutrisi lain dari tanah.
Temuan tim ini menunjukkan bahwa pemupukan dengan abu vulkanik merupakan proses yang menyuburkan kehidupan dengan mengubah biologi tanah. Dengan kata lain, abu menawarkan strategi alami baru untuk pertanian berkelanjutan dan penyerapan karbon.