"Sekilas pandang, gunung berapi bisa saja dianggap sebagai penghancur segala kehidupan yang disentuhnya," kata rekan penulis dan ahli biologi tanaman eksperimental,JuergenKreyling, dari UniversitasGreifswald.

"Namun, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa gunung berapi juga merupakan perancang ekosistem yang hebat, mampu memperbarui kehidupan dan bahkan mungkin menyerap karbon dari atmosfer," tuturnya.

Selain itu, abu vulkanik bisa menjadi sarana berharga untuk pertanian regeneratif berbiaya rendah. Petani bisa memanfaatkan material alami dari abu vulkanik untuk memulihkan lahan yang terdegradasi.