Potensi daun sirih dalam membantu mengendalikan plak juga terlihat dalam penelitian mengenai obat kumur berbahan Piper. Studi tersebut menemukan adanya penurunan indeks plak setelah penggunaan sediaan ekstrak sirih sebagai bagian dari perawatan pasien periodontitis.

Penelitian lain pada 2025 mengenai obat kumur berbahan daun sirih merah atau Piper crocatum juga menemukan penurunan indeks plak setelah digunakan selama satu minggu. Meski begitu, penelitian tersebut masih menggunakan jumlah peserta yang kecil sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar.

3. Berpotensi membantu menjaga kesehatan gusi

Gusi yang sehat seharusnya tidak mudah berdarah, bengkak atau terasa sakit. Penumpukan plak dapat memicu peradangan pada gusi dan bila tidak ditangani dapat berkembang menjadi masalah periodontal yang lebih serius.

Sifat antimikroba dan antiinflamasi yang ditemukan dalam berbagai penelitian mengenai tanaman herbal membuat daun sirih berpotensi digunakan sebagai bahan pendamping untuk kesehatan gusi. Tinjauan sistematis yang diterbitkan pada 2025 juga menemukan bahwa sejumlah bahan herbal dengan aktivitas antimikroba, antiinflamasi dan antioksidan memiliki potensi sebagai terapi tambahan dalam menjaga kesehatan periodontal.

Meski demikian, penggunaan bahan herbal tidak berarti dapat menggantikan pemeriksaan dan perawatan dari dokter gigi.

Bau mulut atau halitosis dapat berkaitan dengan penumpukan plak dan aktivitas bakteri di dalam rongga mulut. Karena memiliki aktivitas antimikroba, ekstrak sirih juga diteliti sebagai salah satu bahan yang berpotensi membantu mengendalikan kondisi tersebut.

Penelitian pada 2025 mengenai obat kumur berbahan daun sirih merah menemukan penurunan indeks plak sekaligus menunjukkan potensinya dalam membantu mencegah halitosis. Namun, penelitian tersebut masih berskala kecil dan dilakukan dalam waktu singkat.

Artinya, daun sirih bisa dipandang sebagai bahan yang berpotensi membantu menjaga kebersihan mulut, bukan sebagai pengganti perawatan utama.