NADIKABAR.COM — Daun pepaya selama ini lebih sering dikenal sebagai bahan masakan atau lalapan. Namun, di tengah kebiasaan masyarakat mengonsumsi bahan alami, daun pepaya juga kerap direbus dan airnya diminum dengan anggapan memiliki berbagai manfaat untuk tubuh.

Daun dari tanaman Carica papaya memang mengandung sejumlah senyawa bioaktif. Sejumlah penelitian juga telah melihat potensi penggunaannya, termasuk dalam kaitannya dengan peradangan, kadar gula darah dan jumlah trombosit. Meski begitu, bukti ilmiah mengenai manfaat minum air rebusan daun pepaya pada manusia masih terbatas sehingga tidak semua klaim kesehatan yang beredar dapat dianggap terbukti.

Lantas, apa saja manfaat yang sejauh ini memiliki dasar penelitian? Ini penjelasannya.

1. Berpotensi membantu meningkatkan trombosit

Salah satu manfaat daun pepaya yang paling banyak diteliti adalah kaitannya dengan jumlah trombosit, terutama pada pasien demam berdarah dengue atau DBD.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap empat uji klinis dengan 439 peserta menemukan adanya peningkatan jumlah trombosit pada kelompok yang mendapatkan ekstrak daun pepaya dibandingkan kelompok kontrol, terutama setelah hari keempat. Namun, peneliti menilai bukti yang tersedia masih belum cukup kuat untuk menjadikan ekstrak daun pepaya sebagai terapi utama.

Penelitian yang lebih baru juga masih melihat potensi tersebut. Tinjauan yang diterbitkan pada 2025 menyebut beberapa penelitian berskala kecil menunjukkan ekstrak daun pepaya dapat membantu mempercepat pemulihan trombosit pada pasien DBD. Namun, perbedaan dosis dan metode penelitian membuat hasilnya belum bisa dijadikan kesimpulan pasti.

Karena itu, air rebusan daun pepaya tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis ketika seseorang mengalami DBD.