Daun pepaya memiliki berbagai senyawa bioaktif yang diteliti karena aktivitas antioksidannya. Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan tanaman ini banyak dikaji dalam penelitian mengenai potensi kesehatan.
Antioksidan sendiri berperan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Namun, sebagian besar penelitian mengenai aktivitas tersebut masih berasal dari penelitian laboratorium atau hewan, sehingga manfaat langsung dari minum air rebusan daun pepaya pada manusia belum dapat dipastikan.
3. Memiliki potensi sebagai antiinflamasi
Penelitian mengenai Carica papaya juga menemukan adanya aktivitas antiinflamasi dari berbagai bagian tanaman tersebut. Senyawa bioaktif di dalamnya diduga berperan dalam aktivitas tersebut.
Meski demikian, adanya aktivitas antiinflamasi dalam penelitian tidak otomatis berarti air rebusan daun pepaya dapat digunakan untuk mengobati penyakit akibat peradangan. Masih diperlukan penelitian klinis dengan jumlah peserta yang lebih besar untuk mengetahui manfaat dan dosis yang tepat pada manusia.
4. Berpotensi memengaruhi kadar gula darah
Daun pepaya juga telah diteliti terkait metabolisme gula darah. Sejumlah penelitian praklinis menunjukkan adanya potensi aktivitas antidiabetes dari Carica papaya.
Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa minum air rebusan daun pepaya dapat menurunkan atau mengontrol gula darah pada manusia. Orang yang memiliki diabetes juga perlu berhati-hati karena konsumsi bahan herbal berpotensi berinteraksi dengan obat yang sedang digunakan.