Selain itu, meskipun tubuh tidak mengalami dehidrasi akibat kehilangan cairan dalam jumlah kecil semalaman melalui pernapasan dan keringat, minum air putih di pagi hari tetap merupakan kebiasaan yang bermanfaat untuk menyegarkan tubuh sebelum minum kopi.
Lebih lanjut, kopi bersifat sedikit asam dengan kisaran pH sekitar 4,85 sampai 5,13.
Para ahli sering menyarankan agar orang dengan kondisi seperti penyakit refluks gastroesofageal (GERD) menghindari atau membatasi asupan makanan asam seperti kopi, karena tkopi dapat meningkatkan relaksasi sfingter esofagus, memungkinkan asam lambung ekstra masuk ke kerongkongan.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kafein dan komponen lain dalam kopi merangsang produksi asam lambung tetapi tidak mempercepat pengosongan lambung. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kopi dapat meningkatkan risiko masalah pencernaan seperti mulas, gangguan pencernaan, dan ketidaknyamanan umum.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan dua arah antara gangguan pencernaan dan peningkatan stres, kecemasan, dan tekanan emosional, yang semuanya dapat berdampak negatif pada tekanan darah.
Di sisi lain, minum segelas air, terutama air hangat, saat bangun tidur dapat membantu menenangkan dan merilekskan sistem pencernaan, mendukung motilitas usus, dan meredakan masalah pencernaan seperti sembelit, kembung, dan ketidaknyamanan.
Kopi juga dapat meningkatkan tekanan darah sementara, terutama pada orang yang jarang minum kopi. Selain lonjakan sementara, asupan kopi dapat mempengaruhi tekanan darah dari waktu ke waktu bagi sebagian orang.