Melalui posisinya, Manfred memiliki akses terhadap limpahan informasi yang bersifat amat rahasia.

Kantor Kejaksaan Federal menyebut bahwa hingga Juni 2022, Manfred menyerahkan sekitar 2.000 berkas, yang sebagian besar mengandung informasi rahasia, kepada si mantan kepala BND.

Penyelidikan federal mendapati Hanning menggunakan informasi rahasia tersebut dalam membuat analisis untuk seorang pekerja dinas intelijen asing.