NADIKABAR.COM — Qur'an yang berada di Kawasan Budaya Hira, Makkah, memamerkan sebuah manuskrip Al-Qur'an langka berupa satu halaman mushaf yang diperkirakan berasal dari abad ketiga Hijriah atau sekitar abad kesembilan Masehi. Manuskrip tersebut menjadi salah satu artefak yang menggambarkan perkembangan awal tradisi penulisan Al-Qur'an.

Melansir Arab News, Senin (31/08/2026), halaman manuskrip yang dipamerkan berisi bagian dari Surah Maryam dan ditulis menggunakan tinta merah di atas media perkamen. Teks tersebut belum dilengkapi tanda vokal maupun titik diakritik, karakteristik yang umum ditemukan pada manuskrip Al-Qur'an dari periode awal Islam.

Sebagaimana diketahui, Surah Maryam merupakan surah ke-19 dalam Al-Qur'an yang terdiri atas 98 ayat. Surah ini tergolong Makkiyah karena diturunkan di Makkah.

Nama surah ini diambil dari seorang wanita suci, Maryam, yang juga merupakan ibu dari Nabi Isa AS. Kisah Maryam dan kelahiran Nabi Isa menjadi salah satu bagian penting dalam surah ini. Selain kisah tersebut, surah ini juga memuat kisah sejumlah nabi serta penegasan mengenai keesaan dan kekuasaan Allah.

Keberadaan manuskrip surah Maryam di Museum Al-Qur'an Makkah memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat secara langsung perkembangan metode penulisan Al-Qur'an serta memahami bagaimana kitab suci tersebut dicatat dan dilestarikan pada masa-masa awal Islam.

Mengutip laporan kantor berita Kerajaan Saudi, SPA, Museum Al-Qur'an tempat dipamerkannya manuskrip tersebut diresmikan oleh Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz pada 4 Maret 2025. Museum ini menjadi salah satu daya tarik utama di Kawasan Budaya Hira yang dikembangkan untuk memperkaya pengalaman religius dan budaya bagi masyarakat maupun pengunjung Makkah.

Museum tersebut dikembangkan di bawah pengawasan dan dukungan Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci. Institusi ini memadukan koleksi sejarah dengan teknologi modern untuk memperkenalkan berbagai aspek Al-Qur'an sebagai sumber utama petunjuk bagi umat Islam.

Di dalamnya, pengunjung dapat melihat beragam manuskrip langka, salinan Al-Qur'an bersejarah, serta berbagai tampilan visual dan teknologi interaktif yang menggambarkan perjalanan penulisan, pelestarian, dan penyebaran Al-Qur'an sepanjang sejarah.

Sebagai bagian dari Kawasan Budaya Hira, museum juga menghadirkan informasi mengenai sejarah dan ilmu-ilmu Al-Qur'an, termasuk proses penulisan dan penyusunannya. Ruang pamer modern dan teknologi interaktif dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif sekaligus mendalam bagi pengunjung.