Syarat kedua berkaitan dengan Bezzecchi. Pebalap Aprilia itu tertinggal 67 poin dari Marquez.

Untuk mengunci gelar di Qatar, Marquez harus memperlebar jarak menjadi minimal 75 poin. Sebab, hanya 74 poin maksimal yang masih bisa dikumpulkan dalam dua seri terakhir. Dengan demikian, Marquez perlu unggul setidaknya delapan poin dari Bezzecchi selama akhir pekan di Lusail.

Kedua syarat tersebut harus dipenuhi secara bersamaan. Jika Marquez meraih poin maksimal 37 dari Sprint Race dan balapan utama, Martin hanya boleh mengumpulkan maksimal tujuh poin. Sementara Bezzecchi masih bisa meraih maksimal 29 poin.

Sprint Race juga menjadi bagian penting dalam hitung-hitungan gelar Marquez. Jika hanya memenangi balapan utama pada Minggu (8/11), Marquez akan mendapat 25 poin. Jumlah itu belum cukup untuk memenuhi syarat keunggulan 30 poin atas Martin.

Karena itu, jika menang pada balapan utama, Marquez setidaknya harus finis kelima di Sprint Race untuk mendapat tambahan lima poin. Totalnya menjadi 30 poin.

Namun, skenario tersebut hanya cukup jika Martin tidak meraih poin sama sekali dan Bezzecchi maksimal mengumpulkan 22 poin sepanjang akhir pekan.

Sebaliknya, kemenangan dalam Sprint Race dan balapan utama juga belum otomatis menjamin gelar. Jika Martin mampu meraih delapan poin atau lebih, penentuan juara dunia harus ditunda.

Bagi Martin, targetnya adalah meraih minimal delapan poin di Qatar. Hasil tersebut cukup untuk menggagalkan peluang Marquez mengunci gelar pada akhir pekan ini.