"Saya tidak bisa melakukannya pada lap pertama karena kemarin saya sudah menunjukkan cara saya, dan hari ini mereka sudah mempelajarinya. Saya harus mendorong dengan keras, mengambil banyak risiko pada lap-lap tersebut untuk menyalipnya," katanya.

Setelah berhasil melewati Martin, Marc mengubah pendekatannya. Ia tidak lagi memaksakan diri untuk terus membuka jarak sebesar mungkin. Ia fokus mengontrol ritme balapan sesuai situasi.

"Setelah saya menyalipnya, saya ingin mengontrol ritme balapan sesuai keinginan saya. Tentu saja, ketika dia mendekat hingga 0,7 atau 0,6 detik, saya mendorong sedikit lebih keras," tutur Marc.

Marc menyebut pengelolaan jarak tersebut harus dilakukan dengan tetap memperhitungkan risiko kecelakaan. Ia tidak ingin kehilangan kemenangan hanya karena terlalu memaksakan diri.