NADIKABAR.COM — Marc Marquez tampil sempurna di MotoGP Jepang 2026. Rider Ducati itu menyapu bersih Sprint dan Race di Motegi, sekaligus memangkas jaraknya dengan Jorge Martin di klasemen menjadi hanya dua poin.

Marc meraih 37 poin maksimal dari seri MotoGP Jepang setelah memenangi Sprint Race pada hari Sabtu (3/10/2026) dan kemudian Race utama, Minggu (4/10). Martin yang finis kedua pada balapan utama kini memimpin klasemen dengan 333 poin, sementara Marc mengoleksi 331 poin.

Kemenangan di Race Jepang tidak didapat Marc dengan mudah. Martin yang start dari pole sempat memimpin balapan. Marc kemudian mengambil alih posisi terdepan sebelum pertengahan balapan dan mampu mempertahankannya hingga finis.

Usai balapan, Marc menjelaskan pendekatannya kepada DAZN. Ia mengaku akan terus menyerang di setiap balapan, meski hasilnya tidak selalu sama.

"Saya akan mencoba menyerang di setiap balapan, tetapi tentu saja ada balapan yang berjalan lebih baik daripada yang lain. Saya merasa nyaman kemarin di sprint, dan pagi ini juga saat pemanasan. Ban belakang keras ini yang sempat membuat kami sedikit ragu karena casing-nya sama seperti di Austria. Namun, saya bekerja dengan sangat baik di sini dan kami berhasil menjalani akhir pekan yang bagus," kata Marc.

Dalam sesi tersebut, Dani Pedrosa yang bertugas sebagai komentator lebih dulu memberikan pujian kepada Marc. Pedrosa menyoroti kecepatan balapan di Motegi yang jauh lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, sekaligus bagaimana Marc mampu mengelola ban, bahan bakar, serta tekanan dari Martin.

Marc kemudian menjelaskan bahwa kunci utamanya adalah mengambil posisi terdepan sesegera mungkin. "Seperti yang Anda tahu, sulit untuk berada di belakang di Motegi. Ketika mendapatkan slipstream saat pengereman, jauh lebih sulit untuk mendapatkan waktu. Target saya adalah memimpin balapan sesegera mungkin."

Marc mengaku tidak bisa langsung mengambil alih posisi terdepan pada lap pertama karena para rival sudah mempelajari strateginya dari Sprint Race.

"Saya tidak bisa melakukannya pada lap pertama karena kemarin saya sudah menunjukkan cara saya, dan hari ini mereka sudah mempelajarinya. Saya harus mendorong dengan keras, mengambil banyak risiko pada lap-lap tersebut untuk menyalipnya," katanya.

Setelah berhasil melewati Martin, Marc mengubah pendekatannya. Ia tidak lagi memaksakan diri untuk terus membuka jarak sebesar mungkin. Ia fokus mengontrol ritme balapan sesuai situasi.

"Setelah saya menyalipnya, saya ingin mengontrol ritme balapan sesuai keinginan saya. Tentu saja, ketika dia mendekat hingga 0,7 atau 0,6 detik, saya mendorong sedikit lebih keras," tutur Marc.

Marc menyebut pengelolaan jarak tersebut harus dilakukan dengan tetap memperhitungkan risiko kecelakaan. Ia tidak ingin kehilangan kemenangan hanya karena terlalu memaksakan diri.