Ia menyampaikan bahwa komoditas lain seperti kelapa sawit, kopi dan kakao telah mengalami banyak kemajuan dalam memenuhi standar keberlanjutan, baik Indonesian Sustainable Palm Oi (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), maupun Regulasi Anti-Deforestasi Uni Eropa (EUDR).

Menurut dia, pemenuhan standar tersebut akan memberikan nilai tambah hijau (green premium) bagi produk-produk Indonesia.

Oleh karena itu, dia menekankan peningkatan produktivitas pertanian ke depan perlu dilakukan secara berkelanjutan, tanpa merusak kualitas tanah dan mengganggu pasokan air.

Ia juga menilai diperlukan pengembangan benih dengan produktivitas lebih tinggi dan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi iklim yang lebih panas serta keterbatasan pasokan air.