Menhan Koizumi menegaskan bahwa Pemerintah AS harus "menyikapi masalah ini dengan serius", mengingat insiden tersebut justru terjadi saat pemberlakuan jam malam pukul 00.00 hingga 05.00 pagi selama 30 hari "masa introspeksi" yang telah dimulai sejak 9 Oktober lalu.
Pemberlakuan jam malam dan "masa introspeksi" tersebut dipicu oleh penangkapan seorang marinir AS bernama Devin Ballard pada 4 Oktober lalu. Ia didakwa atas tindak pidana perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang perempuan di Naha, ibu kota prefektur tersebut.
Menyikapi berulangnya insiden yang melibatkan personel militer AS, Koizumi meminta pemerintah AS segera mengambil "langkah pencegahan yang efektif", serta memastikan jam malam diberlakukan secara ketat.