NADIKABAR.COM — Korps Marinir TNI AL bersama Australian Defence Force (ADF) menggelar simulasi operasi amfibi penyerangan dari laut ke daratan di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (15/10).
Dalam siaran pers resmi Marinir yang diterima di Jakarta, Jumat, dijelaskan bahwa kegiatan itu dilakukan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana menjelaskan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam melakukan serangan.
"Latihan ini untuk mengasah kemampuan taktis, ketangguhan, dan profesionalisme prajurit Marinir, sekaligus menguji koordinasi unsur laut, darat, dan udara dalam mendukung keberhasilan operasi," kata Rana.
Dia menjelaskan, personel Marinir yang terlibat dalam berasal dari Brigif 2 Marinir. Mereka menjalankan simulasi infiltrasi dari laut ke daratan lalu melakukan penyerangan masuk ke wilayah musuh.
Personel dari ke dua negara,lanjut Rana, juga sempat menjalankan misi pengintaian hingga akhirnya merebut markas musuh.
Rana melanjutkan seluruh simulasi tempur yang dilakukan TNI dan ADF berjalan dengan lancar dan aman. Dia berharap latihan ini tidak hanya menjadi ajang melatih kemampuan tempur saja melainkan dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia.