NADIKABAR.COM — Marc Marquez mengejar ketinggalan untuk memimpin persaingan titel juara MotoGP 2026. Bos Ducati Davide Tardozzi mengatakan, hasil di Mugello jadi titik balik.
Marquez tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen setelah finis ketujuh di grand prix MotoGP Italia. Situasi ini membuat Marquez mulai diyakini akan kesulitan mempertahankan titel juara dunia.
Akan tetapi, pebalap Ducati itu berhasil bangkit. Setelahnya, Marquez memenangi 14 dari total 23 balapan dalam 12 seri selanjutnya. Di antaranya tujuh balapan utama.
Alhasil, Marc Marquez menempati pole position dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Selepas seri Malaysia, Marquez mengumpulkan 399 poin, unggul 44 poin dari Jorge Martin (2) dan 67 poin dari Marco Bezzcchi (3) di klasemen, dengan tiga seri tersisa.
MotoGP Qatar 2026 bisa jadi momen Marquez mengunci gelar juara lebih cepat. Syaratnya, mantan superstar Honda pabrikan ini harus unggul 30 poin dari duo Aprilia usai balapan hari Minggu.
Tardozzi meyakini, finis ketujuh Marc Marquez di seri Italia jadi kekalahan yang memang dibutuhkan Ducati untuk memperbaiki performa.
"Memang benar bahwa ini tidak terbayangkan setelah Mugello, tapi tidak bagi kami. Saya selalu percaya, dan apa yang terjadi di Mugello adalah bahan bakar yang kami butuhkan," ungkap dia dilansir AS.
"Ini memungkinkan dengan mentalitas dan dengan tim kami, karena tidak ada orang di sini, mulai dengan Marc yang pertama dan utama, berhenti percaya. Itu karena kami tahu siapa kami dan siap dia. Memiliki Marc Marquez di tim kami memaksa Anda untuk berusaha dan mengejar ketinggalan dan berusaha untuk memenangi titel juara dunia," cetus Davide Tardozzi.