Alih-alih pakai daun bawang, ia menggantinya dengan gula pasir dan kacang tanah karena lebih mudah didapat di Fujian. Kudapan eksperimennya ini menyebar dengan cepat di seluruh Fujian.
Cikal bakal martabak manis ini kemudian banyak dijual di sana sebagai jajanan kaki lima. Lalu seiring waktu, para imigran dari Fujian memperkenalkan martabak manis ke negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Dalam unggahan The Tasty World (26/11/2021), terungkap cerita lain soal sejarah asal martabak manis. Mereka mencatat martabak manis berasal dari pulau Bangka Belitung, Indonesia.
Berawal dari para imigran Hoklo atau Hokkien sebagai sosok yang memperkenalkannya. Mereka menamainya hoklo pan.
Resep hoklo pan hanya memakai topping tradisional seperti wijen panggang dan taburan gula pasir. Namun seiring waktu, martabak manis hadir dalam berbagai versi topping.
Martabak manis juga punya penamaan berbeda di Indonesia. Di Pulau Bangka, namanya "Martabak Bangka". Lalu di Bandung, namanya "Martabak Bandung". Konon martabak manis bisa populer di kota kembang usai 'dibawa' orang Bangka bernama Bong Kap Djun.
Ada juga nama lain dari martabak manis di Indonesia, "Terang Bulan". Ini merujuk pada bentuk martabak yang seperti bulan yang terang. Permukaannya memiliki titik-titik dengan lubang kecil dan bersinar layaknya bulan.