NADIKABAR.COM — Mantan terpidana mati Mary Jane Veloso akan mendapatkan bantuan reintegrasi penuh dari pemerintah Filipina setelah Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. memberikan pengampunan mutlak kepadanya. Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) memastikan akan mendampingi Mary Jane bersama keluarganya dalam proses kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

Menteri DMW Hans Leo Cacdac telah memerintahkan timnya untuk berkoordinasi langsung dengan keluarga Veloso di Nueva Ecija setelah pembebasannya pada Sabtu dini hari.

"Instruksi kami jelas: DMW harus bahu-membahu mendampingi Mary Jane, anak-anaknya, dan orang tuanya saat mereka menata kembali kehidupan mereka," ujar Cacdac dalam sebuah siaran pers, dikutip laman resmi pemerintah Filipina, Minggu (27/9/2026).

Cacdac mengatakan tim DMW yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama dengan keluarga Mary Jane dan pemangku kepentingan setempat untuk menyusun program reintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

"Tim kami yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama secara langsung dengan pihak keluarga dan pemangku kepentingan setempat untuk menyusun program reintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka," lanjutnya.

Menurut DMW, program tersebut menjadi dasar untuk memberikan intervensi di tingkat keluarga dan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan kepulangan Veloso dapat mendukung produktivitas dan kemandirian jangka panjang.

"DMW menyambut baik keputusan Presiden tersebut, seraya mencatat bahwa pemberian grasi eksekutif ini menandai akhir yang pasti dan penuh kemenangan atas perjuangan berat selama puluhan tahun untuk mendapatkan kembali kebebasan dan kemerdekaannya," demikian bunyi pernyataan tersebut.