"Sehingga muncul gangguan-gangguan gejala yang kaitannya dengan depresi, misalkan kehilangan orang yang signifikan atau ada permasalahan dengan orang yang signifikan. Nah, itu biasanya menjadi sumber kenapa seseorang mengalami depresi," ujar dia.
Menurut Miki, seseorang bisa mengalami kekhawatiran meskipun masalah yang menjadi sumber kecemasannya belum terjadi. Hal itu tidak terlepas dari berbagai tuntutan dalam tugas perkembangan psikologis di setiap fase kehidupan.
Psikolog yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Indonesia itu mencontohkan mulai dari anak-anak memiliki tugas perkembangan untuk sekolah, kemudian mandiri dan mengembangkan sosial atau di usia dewasa tugas perkembangannya itu sudah mandiri secara finansial, produktif, hingga membangun relasi yang lebih serius dalam kehidupan, seperti pernikahan.
βKetika dihadapkan tugas-tugas perkembangan tersebut di masing-masing usia, kemudian individu ini memaknakan tugas tersebut sebagai sesuatu yang mengancam, sesuatu yang sulit, nah di situlah muncul pikiran-pikiran irasional pada akhirnya. Dan lebih jauh lagi nanti akhirnya menjadi gangguan kecemasan,β ujar Miki.