Berdasarkan laporan terbaru Indonesia Health Insights Report bertajuk "Navigating Indonesia's Mental Health Landscape 2026" yang dipublikasikan oleh Halodoc, gangguan ansietas menjadi diagnosis tertinggi dalam konsultasi kesehatan mental sepanjang semester 1 2026, mencapai 31,6 persen dari total konsultasi dan tumbuh 47,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebelumnya, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi gangguan kesehatan jiwa secara global berada di angka 1 per 8 orang hingga 1 per 10 orang.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin (9/3) mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa berupa gejala kecemasan dan depresi pada hampir 10 persen dari sekitar 7 juta anak, jumlah itu dinilai signifikan.

Sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder), dan 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).