Mourinho dikenal sebagai pelatih yang tidak ragu mengambil keputusan tegas. Namun, dalam laga melawan Betis, tangan besi tersebut dinilai belum benar-benar terlihat.

"Bahwa dalam kembalinya Mou, otoritasnya di hadapan para bintang, kemampuannya mengambil keputusan yang membuat Xabi Alonso harus menanggung konsekuensinya, merupakan faktor yang lebih dihargai daripada rekam jejak kariernya baru-baru ini sebagai pelatih," tulis AS.

AS juga menyoroti keputusan Mourinho ketika pertandingan memasuki fase penting. Guler yang justru memberikan energi dan kreativitas menjadi pemain yang lebih mudah dikorbankan.

"Otoritas di dalam ruang ganti yang menuntut tangan besi, untuk saat ini, belum tercermin dalam keputusan-keputusan olahraga. Pada saat yang menentukan, GΓΌler masih menjadi pemain yang paling mudah untuk diganti atau digantikan, meskipun ia sedang memberikan pelajaran sepakbola. Ia sempat memimpin di La Cartuja, tetapi tanpa kehadiran pemain asal Turki itu, Real Madrid seolah kehilangan cahaya," tulis AS.Artikel ini telah tayang di NadiKabar.