Selain berbagi cerita tentang keseruan reading, Masayu juga menanggapi keterlibatannya dalam proyek yang mempertemukannya dengan sejumlah pemain dari generasi berbeda serta orang-orang yang sedang mengembangkan karier di bidang perfilman. Baginya, perbedaan generasi maupun pengalaman bukanlah persoalan.

"Buat aku sih enggak masalah. Kadang-kadang belum tentu mereka juga enggak berpengalaman," ungkapnya.

Secara khusus, Masayu mengaku bangga bisa terlibat dalam proyek yang disutradarai oleh Oki, sosok yang telah lama dikenalnya. Ia mengetahui bahwa menjadi sutradara merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan Oki sejak beberapa tahun lalu.

"Apalagi kayak aku sama Oki dari dulu kita berteman dan aku tahu memang dia cita-citanya dari berapa tahun yang lalu memang pengin jadi director. Makanya ketika ditelepon, aku adalah salah satu orang yang bangga dia akhirnya bisa mewujudkan cita-citanya," kata Masayu.

Ditulis oleh M. Haris Suhud, Panik Gak Tuh berkisah tentang liburan keluarga yang berubah menjadi pengalaman tak terlupakan bagi dua bersaudara, Iva (9) dan Niko (12).

Iva digambarkan sebagai anak yang memiliki cara berpikir unik. Ia selalu punya sudut pandang sendiri dalam menghadapi berbagai hal, mulai dari soal matematika tersulit hingga pertanyaan-pertanyaan absurd tentang dunia. Sementara itu, Niko merupakan sosok kakak yang tenang dan protektif, selalu berusaha menjaga adiknya meski menyimpan impian besar untuk dirinya sendiri.

Petualangan mereka dimulai ketika liburan keluarga ke Villa Senja berjalan jauh dari rencana. Keduanya harus menghadapi situasi sulit setelah ditinggalkan sendirian dan berhadapan dengan dua penjahat bernama Juki dan Iwenk, yang menganggap mereka hanya anak-anak yang mudah ditaklukkan.