Transformasi digital juga diterapkan dalam operasional buka puasa di Masjidil Haram. Total 38 juta makanan dengan nilai transaksi hampir 500 juta riyal Saudi atau sekitar Rp 2,3 triliun (kurs Rp 4.723) telah didistribusikan. Otomatisasi dan integrasi platform terkait disebut berhasil menurunkan proses administrasi dari 8 hari menjadi sekitar 8 menit.

Otoritas Arab Saudi juga menerapkan sistem pemetaan digital interaktif yang menangani sekitar 600.000 kasus setiap tahun, melayani hampir 10 persen dari 6 juta pengunjung tahunan di masjid suci. Laporan lapangan juga ditangani dengan platform digital yang menghubungkan 18 entitas pemerintah. Selain berambisi menjadikan Masjidil Haram sebagai masjid terpintar di dunia, Arab Saudi juga memperluas situs tersebut untuk menampung lebih banyak jemaah sebagaimana Visi Saudi 2030.

Perluasan ketiga, menurut laporan Otoritas Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci dilansir Saudi Gazette, mencakup sekitar 1,214 juta meter persegi. Area tersebut dilengkapi sistem pendingin dengan kapasitas 90.000 ton untuk kenyamanan jemaah sepanjang tahun.