"Setahu saya tidak ada penelitian ilmiah yang mengkaji hubungan tim redaksi masker yang dibasahi atau tidak terhadap abu vulkanik, jadi secara ilmiah tidak bisa dijawab secara pasti," kata dr Tjandra saat dihubungi NadiKabar.com, Senin (7/9/2026).

Prof Tjandra yang juga menjabat Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menambahkan bahwa masket itu sendiri tidak bisa melindungi 100 persen paparan dari abu vulkanik.

"Masker itu apapun bentuknya adalah salah satu bentuk perlindungan. Tidak bisa dikatakan bahwa penggunaan masker mau bentuk apapun juga akan 100 persen aman dari abu vulkanik, kalau kadar abu vulkaniknya sedang tinggi," katanya.