NADIKABAR.COM — Pembangunan jembatan yang menjadi akses warga di Jalan Warung Pojok, RT 02/RW 02, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, hingga kini belum rampung.
Warga menyebut pembangunan jembatan yang menghubungkan akses menuju pasar dan permukiman tersebut sebelumnya ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua pekan sejak Selasa (1/9).
Namun, hingga Senin sore struktur jembatan masih berupa bronjong berisi batu yang menjadi fondasi.
Salah satu warga, Irwansyah, mengungkap pengerjaan sempat dilakukan selama sekitar satu pekan. Setelah itu, tidak terlihat lagi aktivitas pembangunan di lokasi.
“Kalau ibaratnya kemarin mereka (pemerintah) bilang dua minggu jadi. Sedangkan ini sudah tiga minggu tidak jadi-jadi. Setelah ramai, ada pengerjaan, tapi setelah itu dibiarin begitu saja,” ujar Irwansyah di lokasi, Senin.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus memutar untuk menuju sejumlah lokasi, termasuk pasar dan makam yang sebelumnya dapat diakses melalui jembatan bambu.
Irwansyah mengatakan akses tersebut cukup penting karena tidak seluruh warga memiliki kendaraan bermotor. Menurut dia, waktu tempuh berjalan kaki menuju pasar kini bisa mencapai sekitar 10 hingga 15 menit.
Ia juga menyayangkan jembatan bambu yang sebelumnya digunakan warga telah dibongkar sebelum jembatan sementara selesai dibangun.
“Harapan warga, ya ini akses jembatan cepat jadi karena ini akses buat ke pasar sama ke makam lebih dekat. Harusnya kalau jembatan belum jadi, jembatan bambu jangan dirobohin dulu supaya akses warga tidak makin susah,” katanya.
Warga lainnya Anna Haryanti (49) mengatakan, dirinya harus memutar karena jembatan yang menjadi akses utama belum dapat digunakan.
“Jadi warga pada susah semua. Kita mana-mana susah, jadinya muter ke pasar. Saya begini tidak ada motor, jalan juga sakit kakinya. Ke pasar jadi jauh,” ujar Anna.
Warga sebelumnya telah mendapat informasi bahwa pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 hari. Namun, hingga memasuki pekan ketiga, pengerjaan belum kembali berjalan.
“Janjinya 15 hari jadi, katanya tidak lama. Nyatanya sekarang sudah tiga minggu, mangkrak begitu. Kita susah semua,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat menyiapkan pembangunan jembatan sementara berbahan baja wide flange (WF) untuk pejalan kali di RT 02/RW 02, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pembangunan jembatan sementara tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
Adapun jembatan itu dibangun sebagai akses penghubung warga selama pekerjaan proyek yang menyebabkan jembatan sebelumnya dibongkar masih berlangsung.
“Ketika ini nanti disepakati, dua minggu akan dibangun jembatan tersebut. Artinya bahwa jembatan saat ini sebagai jembatan alternatif yang sementara yang dibuat dari kayu, ini akan dibongkar bersama,” ujar Iin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/9).
Menurut Iin, sebenarnya warga masih memiliki akses melalui dua jembatan lain yang berada di sisi kanan dan kiri lokasi jembatan yang sebelumnya dibongkar.
Namun, masyarakat tetap menginginkan jembatan di lokasi tersebut karena dinilai menjadi jalur yang lebih cepat untuk menghubungkan kawasan permukiman warga.