Selepas itu, seluruh masyarakat yang hadir melantunkan shalawat dan dilanjutkan pelaksanaan tausiyah. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tak ada batasan terkait jumlah orang yang datang.

Melalui peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan, pihaknya pun tetap menyuarakan tuntutan terkait upaya penegakan keadilan. Kemudian, mengharapkan bahwa insiden tragis itu bisa dijadikan sebagai sebuah sejarah yang kuat.

"Forkompinda ikut, kami sengaja mengundang supaya mereka tahu bagaimana mengenal keluarga korban," katanya.

Sementara itu, salah satu keluarga korban bernama Minsai'in mengungkapkan masih terus menyimpan harapan terkait penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu.