"Kalau sumur dalam di Parepare itu ada 13, sementara sekarang berkembang jadi 14 titik. Hampir semua sumur dalam kita sangat tergantung pada listrik," jelasnya.
Untuk mengantisipasi krisis air bersih selama periode pemadaman bergilir, pihak PDAM telah menyiagakan langkah mitigasi. Salah satunya adalah dengan menempatkan unit mesin pembangkit listrik (genset) di titik-titik vital.
"Kami sudah mengantisipasi untuk wilayah tertentu, contohnya di Labatu. Salah satu sumur di Labatu itu tempat pengambilan air tangki, Manajer Teknik sudah menyiapkan satu genset khusus di sana," tegasnya.
Penyiapan genset di lokasi penyetokan air tangki ini dilakukan agar armada mobil tangki tetap bisa beroperasi melayani warga. Langkah itu juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan darurat lain seperti pemadam kebakaran.