NADIKABAR.COM — Fabio Di Giannantonio menegaskan tidak ingin mengalihkan fokusnya terkait kemungkinan membantu Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu memilih berkonsentrasi mengejar target pribadinya di sisa musim.

Pernyataan tersebut disampaikan Di Giannantonio menjelang MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang. Ia ditanya apakah bersedia membantu Marquez jika Ducati memintanya demi memperbesar peluang pebalap Spanyol tersebut menjadi juara dunia.

"Saya fokus pada kejuaraan saya sendiri. Saya ingin berusaha mendapatkan hasil maksimal dari musim ini," kata Di Giannantonio seperti dilansir Motosan.

"Pada akhirnya, dengan seragam kuning ini, saya memperjuangkan kepentingan saya sendiri dan tim. Kami berusaha mendapatkan hasil terbaik, baik untuk karier saya maupun tim."

Di Giannantonio saat ini menempati posisi keenam klasemen MotoGP 2026. Ia menjadi pebalap Ducati terbaik kedua setelah Marquez.

Target terdekatnya adalah menembus posisi keempat. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mengejar posisi ketiga, meski mengakui hal itu bakal sangat sulit karena harus bersaing dengan Marco Bezzecchi.

"Target langsung kami saat ini adalah finis keempat, meskipun kita tidak pernah tahu apakah bisa mencapai posisi ketiga. Saya tahu itu akan sangat sulit karena mengalahkan Bezzecchi dalam balapan-balapan mendatang akan menjadi tantangan yang sangat berat," ujarnya.

"Namun, kami terus berjuang untuk itu. Fokus utama kami adalah mendapatkan hasil maksimal di setiap sirkuit agar bisa meraih hasil terbaik pada akhir musim."

Di Giannantonio juga memberikan pandangannya mengenai karakter Sirkuit Sepang. Menurutnya, trek di Malaysia tersebut merupakan salah satu sirkuit yang lengkap sekaligus menuntut kemampuan fisik pebalap.

"Ini sirkuit yang sangat lengkap. Kami datang ke sini setiap tahun untuk melakukan tes karena banyak hal yang bisa dicoba. Treknya indah, tetapi juga menuntut banyak hal," kata Di Giannantonio.

Ia menilai balapan di Sepang tidak mudah karena suhu panas dan karakter lintasan yang menguras tenaga. Di Giannantonio berharap bisa mengulang performa bagus saat tes pramusim.

"Saya berharap bisa kembali mendapatkan feeling seperti saat tes karena ketika itu saya sangat cepat. Semoga balapan pada Minggu bisa berlangsung dalam kondisi normal. Belakangan ini banyak hal terjadi, termasuk pembatalan balapan di Phillip Island. Saya berharap kami bisa menunjukkan potensi yang sebenarnya," tuturnya.

Di Giannantonio juga menolak anggapan bahwa Sepang merupakan sirkuit yang secara khusus menguntungkan Ducati. Menurutnya, persaingan Ducati dan Aprilia musim ini sudah terlalu ketat untuk mengategorikan sebuah trek sebagai milik salah satu pabrikan.

"Kita sudah memasuki seri ke-19 musim ini. Saya rasa sekarang sudah jelas bahwa tidak ada sirkuit khusus Ducati ataupun sirkuit khusus Aprilia. Kedua pabrikan dan para pebalapnya melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujarnya.

"Setiap kali salah satu mengalahkan yang lain, itu berarti tim, pebalap, dan motornya tampil lebih baik daripada para pesaing. Jadi, kita sebaiknya berhenti membicarakan sirkuit Ducati atau sirkuit Aprilia."