NADIKABAR.COM — Bitcoin kian populer sebagai salah satu aset kripto yang menarik minat investor. Namun, sebelum berinvestasi, calon investor perlu memahami cara kerja aset digital, menentukan strategi, dan memilih aplikasi kripto yang sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu aplikasi kripto yang dapat dipertimbangkan adalah Pintu. Platform ini menyediakan lebih dari 400 aset kripto, termasuk Bitcoin, serta dilengkapi dengan beragam fitur dan tampilan yang sederhana. Pintu juga telah terdaftar di OJK sehingga lebih aman dan terpercaya.

Bagi calon investor yang ingin mengikuti perkembangan pasar, informasi mengenai harga Bitcoin hari ini dapat menjadi salah satu referensi sebelum melakukan transaksi. Namun, sebaiknya tidak menjadikan harga pada satu waktu sebagai satu-satunya dasar keputusan.

Selain Bitcoin, pasar kripto juga menyediakan berbagai aset lain yang memiliki karakteristik berbeda. Salah satu aset yang cukup dikenal di pasar kripto adalah XRP. Karena itu, informasi mengenai harga XRP bisa membantu investor memahami bahwa setiap aset memiliki pergerakan dan faktor yang berbeda.

Memilih Platform untuk Membeli Bitcoin

Langkah pertama dalam membeli Bitcoin adalah memilih platform kripto yang menyediakan layanan transaksi aset digital. Pastikan calon investor mempertimbangkan reputasi platform, fitur keamanan, biaya transaksi, serta kemudahan proses deposit dan penarikan dana sebelum menentukan pilihan.

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor tersebut, calon investor dapat memilih platform yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahamannya. Di Indonesia, Pintu menjadi salah satu platform yang menyediakan layanan jual beli aset kripto.

Calon investor bisa mendaftar akun melalui aplikasi Pintu dan menyelesaikan proses verifikasi identitas sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah akun terverifikasi, calon investor dapat melakukan deposit rupiah dan menggunakan saldo tersebut untuk membeli Bitcoin maupun aset kripto lain yang tersedia di platform.

Setelah dana masuk ke akun, investor dapat memilih Bitcoin dan menentukan nominal pembelian. Investor tidak harus langsung membeli dalam jumlah besar karena investor dapat menyesuaikan pembelian dengan dana yang telah dialokasikan.

Selanjutnya, investor dapat memeriksa kembali harga dan detail transaksi sebelum melakukan konfirmasi pembelian. Dengan proses tersebut, investor dapat memulai investasi secara bertahap.

Strategi Nabung Bitcoin Secara Berkala

Investor yang tidak ingin terlalu bergantung pada perubahan harga harian dapat mempertimbangkan strategi menabung Bitcoin secara berkala. Strategi ini dilakukan dengan mengalokasikan sejumlah dana secara rutin untuk membeli Bitcoin, misalnya setiap minggu atau setiap bulan.

Dengan membeli secara berkala, investor tidak harus selalu mencoba menebak kapan harga berada di titik terendah. Sebaliknya, investor dapat membangun kebiasaan investasi sesuai jadwal dan kemampuan finansial.

Strategi menabung juga dapat membantu investor mengatur modal secara lebih terencana. Misalnya, investor menentukan nominal tertentu setiap bulan dan mempertahankan jadwal pembelian tersebut selama kondisi keuangannya masih memungkinkan.

Namun, strategi ini tidak menghilangkan risiko karena harga Bitcoin tetap dapat mengalami penurunan. Karena itu, investor tetap perlu menggunakan dana yang memang telah disiapkan untuk investasi.

Sebelum menentukan nominal investasi, investor perlu memisahkan dana untuk kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dan dana investasi. Langkah tersebut penting karena aset kripto memiliki volatilitas yang tinggi.

Jika investor menggunakan uang yang dibutuhkan untuk membayar kebutuhan dalam waktu dekat, penurunan harga Bitcoin dapat membuat kondisi keuangan menjadi lebih sulit.

Menentukan Waktu dan Jumlah Pembelian

Selain menentukan jumlah dana, pengguna juga harus menetapkan tujuan investasi.

Misalnya, investor dapat membeli Bitcoin sebagai bagian dari diversifikasi portofolio untuk jangka panjang. Dengan tujuan yang jelas, investor dapat menentukan strategi pembelian dan tidak mudah mengubah rencana.

Menentukan waktu membeli Bitcoin juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak investor mencoba mencari harga paling rendah sebelum melakukan pembelian, tetapi tidak ada metode yang dapat menjamin seseorang selalu berhasil menemukan titik terendah.

Karena itu, pengguna dapat mempertimbangkan pembelian secara bertahap apabila strategi tersebut lebih sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangannya.

Investor yang ingin melakukan analisis lebih lanjut juga dapat mempelajari faktor fundamental dan teknikal.

Analisis fundamental dapat mencakup perkembangan ekosistem Bitcoin, tingkat adopsi, kondisi industri, serta perkembangan regulasi. Sementara itu, analisis teknikal berarti menggunakan data seperti harga dan volume untuk membaca pola pergerakan pasar.

Meskipun demikian, kedua pendekatan tersebut tetap tidak dapat memberikan kepastian mengenai harga pada masa depan.

Setelah membeli Bitcoin, pengguna harus memperhatikan keamanan akun dan aset. Investor sebaiknya menggunakan password yang kuat serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan yang tersedia pada platform.

Selain itu, pengguna tidak boleh memberikan password, kode OTP, seed phrase, atau informasi keamanan lainnya kepada orang lain karena data tersebut dapat digunakan untuk mengambil alih akun. Bahkan pengguna harus berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan platform kripto.

Jika seseorang meminta data pribadi, kode keamanan, atau transfer dana melalui saluran tidak resmi, kamu sebaiknya memeriksa informasi tersebut melalui kanal resmi platform. Dengan meningkatkan kewaspadaan, investor dapat mengurangi risiko yang berasal dari kesalahan pengguna maupun upaya penipuan.

Setelah investasi berjalan, investor tidak perlu memantau harga setiap saat. Sebaliknya, investor dapat menentukan jadwal evaluasi sesuai dengan strategi yang digunakan.

Dengan begitu, investor dapat mengurangi keputusan impulsif ketika harga mengalami perubahan tajam.

Investor juga dapat mencatat jumlah dana yang telah diinvestasikan, harga pembelian, dan tujuan investasi untuk membantu proses evaluasi.

Bagi kamu yang menggunakan strategi menabung, evaluasi dapat dilakukan secara berkala untuk memastikan nominal investasi masih sesuai dengan kondisi keuangan.

Jika kondisi finansial berubah, investor dapat menyesuaikan nominal tanpa harus memaksakan diri. Sementara itu, investor yang melakukan trading perlu memiliki aturan yang lebih jelas mengenai modal, target, dan batas kerugian.

Pada akhirnya, membeli dan berinvestasi pada Bitcoin membutuhkan pemahaman yang lebih luas daripada sekadar mengetahui harga.

Investor perlu memahami aset, memilih platform, menentukan jumlah dana, memilih strategi, menjaga keamanan akun, serta mengevaluasi investasi secara berkala.

Dengan demikian, investor dapat menjalankan strategi secara lebih terencana dan tidak hanya mengandalkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

Risiko Investasi Bitcoin dan Kripto

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat kripto yang harganya fluktuatif.

Risiko ini menjadi jauh lebih besar pada trading dengan leverage karena keuntungan maupun kerugian akan turut membesar sesuai rasio leverage yang digunakan, dan posisi berisiko dilikuidasi sewaktu-waktu jika pergerakan harga melawan posisi Anda.

Karena itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat atau uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.