Seluruh topik yang dibahas sejalan dengan pengembangan Tahir Neuroscience Center sebagai layanan unggulan Mayapada Hospital yang didukung tim dokter multidisiplin dan teknologi medis mutakhir, termasuk teknologi Pencitraan Diagnostik Tomografi Emisi Foton Tunggal atau Single-Photon Emission Computed Tomography (SPECT).

Fasilitas ini dirancang untuk menangani berbagai gangguan saraf dan otak mulai dari penyakit degeneratif, stroke, gangguan tidur, hingga tindakan bedah saraf tingkat lanjut.

Perwakilan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) dr. Abdul Wahid Indrajaya, Sp.N menyambut positif inisiatif tersebut di tengah tantangan penanganan stroke di Indonesia yang mencatatkan angka kematian hingga sekitar 337.000 jiwa per tahun.

Dia menilai Indonesia memerlukan penguatan layanan neurologi yang terintegrasi antara keahlian dokter, teknologi, dan kolaborasi lintas disiplin agar mampu memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Tangerang Prof. DR. dr. Satyanegara, Sp.BS (K) yang hadir sebagai pembicara utama menekankan bahwa keberhasilan penanganan kasus saraf dan otak kompleks bertumpu pada ketepatan pendekatan klinis dan sinergi antarspesialis.