NADIKABAR.COM — Komunikasi terakhir antara pilot jet pribadi yang jatuh di Florida, Amerika Serikat (AS), dengan operator lalu lintas udara (Air Traffic Controller) mencuat di publik. Beberapa menit sebelum kecelakaan, pilot melaporkan penumpukan es pada badan pesawat, yang membuat pesawat mengalami turbulensi.

Rekaman komunikasi antara pilot dan operator ATC itu, seperti Senin (2/11/2026), juga menunjukkan adanya penurunan ketinggian pesawat secara drastis dalam hitungan detik, sebelum pesawat menukik nyaris vertikal dan menghantam tanah.

Kecelakaan jet pribadi jenis Learjet 60 itu terjadi pada Minggu (1/11) sore waktu setempat, dengan otoritas AS mengonfirmasi sedikitnya sembilan orang yang ada di dalam pesawat tewas. Hantaman keras jet pribadi itu memicu lubang menyerupai kawah di aspal dengan puing-puing yang terbakar berserakan.

Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa atau korban luka di darat.

Berdasarkan rekaman komunikasi radio antara pilot dan operator ATC setempat, yang diperoleh oleh LiveATC.net dan dilaporkan NadiKabar, beberapa menit sebelum kecelakaan, pilot pesawat melaporkan adanya penumpukan es pada badan pesawat, dengan suhu udara di luar mencapai minus 47 derajat Celsius.

Dilaporkan juga turbulensi tingkat sedang yang menyebabkan pesawat terombang-ambing hingga 700 kaki atau sekitar 213 meter.

"Kami mengalami pembentukan es tipis yang masih dapat ditangani, dan turbulensi tingkat sedang," lapor pilot jet pribadi tersebut Miami Air Route Traffic Control Center.

Namun tak lama kemudian, setelah melaporkan adanya presipitasi dan meminta izin untuk menaikkan ketinggian, pilot melaporkan kondisi darurat.

"Kami mengalami penurunan 8.000 (kaki) -- mayday, mayday -- kami mengalami penurunan 10.000 kaki per menit," kata pilot jet pribadi tersebut, yang identitasnya belum diungkap ke publik.

"Kami berada dalam kondisi overspeed dengan laju penurunan ketinggian 20.000 kaki per menit ... Kami akan jatuh ke daratan," ucap pilot tersebut, sesaat sebelum komunikasi terputus.

Data dari situs web ADS-B Exchange menunjukkan bahwa jet pribadi itu mengalami penurunan ketinggian 27.000 kaki (8.229 meter) dalam waktu satu menit, tepat sebelum data pelacakan penerbangan terputus.

Laporan lainnya, seperti dikutip The Palm Beach County, menyebutkan bahwa pilot jet pribadi itu mengatakan: "Kami mengalami penurunan ketinggian 22.000 kaki dan pesawat mirip 60 derajat. Kami kehabisan waktu."

Sedangkan menurut laporan New York Post, jet pribadi itu awalnya mengalami penurunan ketinggian 10.000 kaki (3.048 meter) per menit, sebelum meningkat menjadi 20.000 kaki (6.096 meter) per menit. Data penerbangan menunjukkan jet pribadi itu pada akhirnya mengalami penurunan ketinggian 32.000 kaki (9.753 meter) per menit.

Saat kecelakaan terjadi, menurut laporan NadiKabar, terdapat badai yang tersebar di wilayah tersebut dan jet pribadi itu sempat melewati sel badai yang lebih kuat beberapa menit sebelum mengalami penurunan ketinggian. Belum bisa dipastikan apakah badai itu berkontribusi pada kecelakaan ini.

Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) dan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) sedang menyelidiki secara menyeluruh insiden tersebut, termasuk penyebab jatuhnya jet pribadi itu.

Disebutkan FAA bahwa jet pribadi itu mengudara dari Bandara Internasional Austin-Bergstorm di Texas menuju ke Bahama. Pesawat ini terdaftar atas nama sebuah perusahaan LLC di Delaware dan tercatat tersedia untuk di-charter secara online.