NADIKABAR.COM — Bursa saham Indonesia mengakhiri perdagangan awal pekan dengan tekanan. IHSG pada Senin (28/9) ditutup turun 1,51% ke level 6.147,86.
Sejumlah saham masih bergerak positif. AADI naik 3,33%, disusul IMPC yang menguat 2,83% dan AMRT sebesar 1,92%. Sebaliknya, GOTO terkoreksi 14%, AMMN turun 4,03%, dan BRMS melemah 6,06%.
Tekanan juga terlihat dari aktivitas investor asing. Di pasar reguler, asing mencatatkan net sell Rp259,83 miliar. Jika memperhitungkan seluruh pasar, nilai net sell asing mencapai Rp1,13 triliun.
Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor berakhir melemah. Sektor teknologi menjadi yang mengalami penurunan paling dalam, yakni 4,46%. Sementara itu, sektor transportasi menjadi sektor yang mencatat penguatan tertinggi dengan kenaikan 0,47%.
Pergerakan bursa global turut menjadi perhatian. Di Amerika Serikat, Dow Jones turun 0,67% ke 51.481, S&P 500 melemah 0,77% ke 7.683, dan Nasdaq terkoreksi 0,92% ke 26.820.
Tekanan IHSG juga datang setelah batas minimum harga saham Rp50 dihapus. GOTO tercatat mengalami auto rejection bawah (ARB) dan menjadi salah satu saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap IHSG, dengan kontribusi -12,84 poin dan bobot 1,29% terhadap indeks.
Sementara itu, indeks ETF EIDO yang mencerminkan saham Indonesia di pasar AS turun 1,08%. Indeks MSCI Indonesia juga terkoreksi 0,97%.
MDKA mencatat perubahan kinerja pada semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih USD101,56 juta, berbanding dengan rugi bersih USD15,80 juta pada semester I 2025.
Pendapatan konsolidasian MDKA juga meningkat 64,10% secara tahunan menjadi USD1,40 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan perseroan tercatat USD854,60 juta.
EBITDA MDKA turut meningkat signifikan menjadi USD512 juta, atau tumbuh 191% dibandingkan USD176 juta pada semester I 2025.