"Sedangkan pemain-pemain kita kan yang putranya 8 tahun pegang tenis. Jadi itu perlu waktu untuk penyesuaian. Menurut saya, tim putra kita pun belajar dari kemarin. Mudah-mudahan mereka nanti di Kuwait bisa menerjemahkan kejadian Asian Games untuk ke depannya," tambahnya.
"Tapi mereka butuh jam terbang. Kalau kita enggak kirim, mereka tak akan belajar. Jadi mereka harus berangkat ke Kuwait dan harus menunjukkan bahwa mereka bisa belajar. Dan saya yakin anak-anak ini kekuatannya luar biasa. Skills mereka sudah sejak pulang dari Spanyol tuh jauh. Memang ada kesandung sedikit lah menurut saya."
"Jadi ke depannya, kami juga akan memperbanyak friendly match. Saya sudah berbicara dengan tim Kuwait, Jepang, dan tim-tim Eropa. Jadi semuanya sudah saya gambarkan lah," tutup Galih.