NADIKABAR.COM — Media kenamaan China, South China Morning Post (SCMP) menyoroti rencana Pemerintah Indonesia moratorium smelter nikel baru. Rencana tersebut dinilai akan membuat investor China menghadapi gangguan besar.
Moratorium dipertimbangkan untuk mengatasi kelebihan pasokan nikel global sekaligus melindungi industri dalam negeri. Indonesia tengah mempertimbangkan penghentian pembangunan smelter yang menghasilkan produk nikel setengah jadi.
Dilansir dari SCMP, Sabtu (10/10/2026), hal ini dilakukan di tengah kelebihan pasokan global yang telah menekan harga komoditas. Rencana tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Produk setengah jadi seperti nickel pig iron (NPI) dan nickel matte menyumbang sekitar 50-60% dari total produksi nikel Indonesia. Pembatasan yang diusulkan tersebut merupakan bagian dari upaya Bahlil memperkuat struktur industri nasional.