Devi juga mengungkapkan, Buku berjudulInclusive Leadership: Strategi memimpin dalam Keragaman untuk Membangun Organisasi Inklusif menekankan bahwa Inklusi bukan sekadar memasukkan individu ke dalam sistem yang sudah ada."Inklusi menuntut perubahan pada sistem, budaya, kebijakan dan cara organisasi bekerja agar dapat mengakomodasi keberagaman yang ada," jelasnya.
Sesi utama menghadirkan Lely Wahyuniar, Board Founder INKLUSIFA dan Leadership Coach yang menjadi penulis Inclusive Leadership: Strategi memimpin dalam Keragaman untuk Membangun Organisasi Inklusif
Lely menuturkan, banyak organisasi atau perusahaan yang memiliki anggota beragam tapi tidak benar-benar inklusif dan memicu favoritisme.
"Sebenarnya persoalan bangsa kita yang secara tidak sadar menciptakan iklim kerja yang tidak nyaman akibat tidak memahami benar makna inklusi sesungguhnya, ini mengakibatkan keberagaman hanya menjadi simbol akan tetapi praktik dasarnya justru menyebabkan diskriminasi bahkan favoritisme yang membuat lingkungan kerja menjadi tidak nyaman," ungkapnya.
Diskusi tersebut juga membahas bagaimana pemimpin dapat menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi keberagaman perspektif, partisipasi, serta kontribusi setiap individu dalam organisasi.
Acara menghadirkan secara taping wawancara Yan Wibisono, Associate Director of Human Resources & General Service pada salah satu perusahaan fast food terbesar di Indonesia, dalam sesi exclusive interview untuk melihat perspektif praktisi mengenai pengelolaan manusia dan keberagaman di lingkungan kerja.
"MC Donald menerapkan ruang kerja inklusif, kami menerima karyawan disabilitas dan membuat Human Resource berfungsi sebagai divisi yang benar-benar menggali bakat karyawan, menerapkan Key Performance Indicator (KPI) yang juga Inklusif, kadang perusahaan menerapkan penyamarataan atas nama keadilan, tanpa memahami hambatan dan tantangan dari setiap individu karyawan," jelasnya.
Peluncuran INKLUSIFA juga menjadi bagian dari rangkaian acara yang menghadirkan perspektif pemerintah. Dalam kesempatan yang sama, hadir Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia Deka Kurniawan.