Deka menyambut baik Diskusi ini karena sejauh ini belum ada platform media yang fokus menghadirkan cerita tentang budaya pikir masyarakat Indonesia. "Kita sering melihat peristiwa kemanusiaan yang menghadirkan rasa empati dan kita menganggap bahwa itu saja yang disebut solidaritas kemanusiaan, akan tetapi dengan berpikir Inklusif mulai dari sendiri juga bentuk kemanusiaan yang utuh, ini akan sangat berdampak bagi kemajuan segala sektor di Indonesia," ujarnya.
Hadir dalam diskusi sekaligus soft launching Inklusifa perwakilan dari Komisi Nasional Perempuan, Koalisi Media Alternatif, UNICEF, Kadin Indonesia, Remark Asia, BPOM dan akademisi.
Kehadiran pemerintah dalam momentum ini diharapkan menjadi bagian dari dialog yang lebih luas mengenai pemberdayaan, kesetaraan, perlindungan, dan pembangunan lingkungan yang inklusif.
Dalam momentum ini, INKLUSIFA juga memperkenalkan Seri pertama buku INKLUSIFA: Strategi Memimpin dalam Keragaman untuk Membangun Organisasi Inklusif.
Buku tersebut menjadi salah satu sumber gagasan yang melengkapi ekosistem INKLUSIFA dalam mengangkat tema kepemimpinan, keragaman, dan inklusivitas.
INKLUSIFA adalah media alternatif independen dan platform yang menghadirkan informasi, edukasi, dialog, dan kolaborasi seputar inklusivitas, keragaman, kesetaraan, pemberdayaan, dan kepemimpinan inklusif,
INKLUSIFA berkomitmen menghadirkan berbagai perspektif dan cerita dari masyarakat, organisasi, dunia usaha, pemerintah, komunitas, serta para pemimpin perubahan.
INKLUSIFA adalah hasil rebranding dari media Existensil yang sebelumnya menghadapi serangan digital dan pengambilalihan paksa akun Instagramnya. Hal ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan menejemen kearah yang lebih baik.